English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Poedjie Donk's Laksono Production House
Adsense Indonesia Adsense Indonesia ads
Foto Saya
Poedjie Donk's
Lihat profil lengkapku

Kronologi Kematian Osama Bin Laden

Senin, 02 Mei 2011

Share

PAKISTAN - Tentara Amerika mengaku  berhasil menembak mati  pemimpin  Al-Qaeda, Osama bin Laden. Dia dibunuh 100 kilometer, atau 62 mil sebelah utara Islamabad, ibukota Pakistan. Pasukan Amerika yang bekerjasama dengan militer Pakistan mengepung markas persembunyiaan Osama bersama para pasukan pengikutnya. Seorang pejabat intelijen amerika dilokasi pengepungan menyatakan, Osama ditembak tepat dikepala.



Kronologi kejadiannya:

Osama Bin Ladin terkenal piawai bersembunyi dan mengecoh pasukan pembunuhnya. Sudah beberapa kali dia berhasil lolos, bahkan diduga tewas, namun tak lama kemudian tampil di televisi.

Tapi kali ini, nasibnya tak lagi beruntung. Operasi gabungan antara dinas intelijen Amerika, CIA, dengan intelijen Pakistan (ISI) berhasil mengendus jejaknya. Berbeda dengan informasi-informasi sebelumnya, bin Ladin ternyata tidak bersembunyi di gua-gua di perbatasan Afganistan-Pakistan. Dia diketahui bersembunyi di sebuah desa bernama Abottabad.

Informasi ini mengejutkan. Sejak lama, CIA dan ISI menduga bin Ladin akan menyusup ke Pakistan untuk menyiapkan serangan memperingati 10 tahun kehancuran menara kembar WTC. Tapi, mereka tak mengira bin Ladin ternyata menyusup ke desa yang begitu dekat dengan ibu kota Pakistan, Islamabad.

Abottabad adalah ibu kota distrik Hazara, provinsi Khyber Pakhtunkhwa. Desa ini tergolong ramai. Hanya berjarak sekitar 150 kilometer dari Islamabad, desa ini terkenal karena pemandangannya yang indah.Tak heran, desa ini juga ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun asing. Desa ini juga tidak tergolong miskin seperti umumnya pedesaan perbatasan Pakistan-Afganistan. Di sini, ada banyak sekolah, bahkan instalasi militer. Jelas, bin Ladin cukup cerdik dengan bersembunyi di desa ini. Dia berharap, kehadirannya tak terlalu mencolok karena desa ini sudah biasa menerima kunjungan orang asing.

Tak kalah mengejutkan adalah tempat persembunyian yang digunakan. Dia bersembunyi di sebuah rumah yang sudah disiapkan selama lima tahun oleh para pengikutnya. Rumah itu berpagar tinggi, di beberapa tempat diamankan dengan pagar kawat berduri. Rumah ini juga tidak dilengkapi telepon apalagi Internet. CIA memperkirakan biaya pembangunan rumah ini sebesar 1 juta dolar Amerika. Melihat besarnya biaya itu, ada kemungkinan rumah ini dibangun menjadi semacam benteng pertahanan.

Rumah inilah yang diintai oleh agen-agen CIA dan ISI sebelum penyerbuan dilakukan. Presiden Obama, dalam pidatonya saat mengumumkan kematian Osama bin Ladin menyebut bahwa ini merupakan operasi gabungan Amerika-Pakistan. Tapi, yang tidak disebut Obama, rincian penyerbuan, mulai dari kapan hari-H, berapa pasukan yang turun, dan dari mana penyerbuan dilakukan, sama sekali tidak dibagi oleh Amerika ke intelijen Pakistan. Bahkan di Amerika sendiri, rincian operasi ini hanya diketahui oleh sangat sedikit orang. Amerika rupanya belajar dari kegagalan penyerbuan sebelumnya karena operasi yang mereka lakukan sering bocor.

Akhirnya, hari H itu pun tiba. Pasukan khusus Amerika datang menggunakan helikopter. Tim lain menyusup lewat jalan darat. Sebuah insiden nyaris membatalkan operasi itu, ketika helikopter yang digunakan harus mendarat darurat akibat kegagalan mesin. Namun, tak ada yang cedera sehingga operasi tetap berlangsung. "Untuk keamanan, kami hancurkan sekalian helikopter yang jatuh," kata sumber intelijen Amerika yang tak dikutip namanya kepada kantor berita CNN.

Diperlukan waktu 40 menit sebelum pasukan pembunuh ini memutuskan menyerbu masuk. Mereka harus memastikan benarkah yang berada di dalam adalah orang yang sudah 10 tahun mereka buru. Saat komando diberikan, serempak mereka menyerbu. Toh operasi tak berjalan mulus. Pengawal bin Ladin yang berjaga memberi perlawanan sengit. Terjadi tembak-menembak. Pasukan pengawal bin Ladin bahkan menggunakan seorang perempuan--tak disebut siapa dia--sebagai perisai hidup. Dalam tembak menembak inilah bin Ladin tewas. Timah panas menembus kepala orang yang paling ditakuti ini. Dalam penyerbuan, selain bin Ladin, ikut tewas tiga pengawalnya, juga perempuan malang yang menjadi tameng tadi. Di pihak Amerika, tak seorang pun tewas.

Tak jelas pula berapa tim pembunuh yang menyerbu masuk. Pejabat militer Departemen Pertahanan Amerika hanya menyebut, "Kami menurunkan sebuah tim kecil." Tidak juga disebut dari detasemen mana pasukan khusus itu. Namun, diduga tim yang turun adalah tim andalan angkatan laut Amerika, NAVY SEAL.

Kabar menghebohkan ini tentu ramai diperbincangkan di berbagai jejaring sosial dan situs mikroblogging Twitter. Wikipedia pun tak ingin ketinggalan. Berdasarkan pantauan okezone, Senin (2/5/2011), Wikipedia telah menyertakan berita kematian Bin Laden dan menyebut 1 Mei sebagai tanggal kematiannya.

"Pada 1 Mei 2011 Presiden Obama mengumumkan bahwa bin Laden terbunuh oleh ‘pasukan kecil tentara AS’ yang bertindak atas perintahnya dalam sebuah operasi di Abbottabad, Pakistan, 93 mil (150km) di utara Islamabad, memperkuat konfirmasi dari pejabat AS kepada media sebelumnya," demikian keterangan yang dilansir Wikipedia.
"Agensi berita dan beberapa sumber rahasia lainnya juga melaporkan bahwa dia (Osama) kemungkinan telah terbunuh satu pekan sebelumnya namun pengumuman kematiannya ditunda karena harus melakukan konfirmasi DNA. DNA dari tubuh bin Laden dibandingkan dengan sample DNA yang disimpan dari saudara perempuannya yang telah meninggal, dan mengkonfirmasi identitas bin Laden," sebut Wikipedia lagi.
Jenazah pemimpin Al Qaeda, Osama Bin Laden dikabarkan akan ditenggelamkan di laut. Hal itu diungkapkan oleh seorang pejabat Amerika Serikat.

Pejabat tersebut juga mengungkapkan, jenazah Osama akan diperlakukan dengan cara Islam. Demikian seperti dilansir Fox News.

Secara Islam, maka salah satu yang harus dilakukan adalah menguburkan jenazah sebelum 24 jam. tetapi AS mengaku sulit mencari negara yang akan menerima jasad Osama.

Kemungkinan besar AS akan menempuh cara lain. Karena jasad Osama tidak bisa dikuburkan di negara, maka pemerintah AS berencana akan menenggelamkannya.

"Karena sulit mencari negara yang mau menerima jasad Osama, teroris paling berbahaya ini, maka kami memutuskan akan menenggelamkan dia ke laut," ungkap pejabat tersebut. 
Jenazah Osama oleh AS ditenggelamkan ke laut yang hingga kini dirahasiakan tempatnya. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk tindakan AS tersebut karena tidak sesuai dengan ajaran Islam.

"Kita mengutuk hal itu, karena katakanlah jenazah itu adalah jenazah penjahat sekalipun, ketika sudah meninggal tetap harus diberikan hak-haknya sebagai seorang Muslim. Dalam Islam orang meninggal harus dikuburkan ke tanah," ujar Ketua MUI Amidhan saat dihubungi detikcom, Selasa (3/5/2011).

Menurutnya, setiap orang Islam yang meninggal harus ada ikhram atau penghormatan kepada jenazah. Penghormatan tersebut salah satunya dengan menguburkan ke dalam liang lahat. Kecuali dalam kondisi darurat baru bisa ditenggelamkan ke dasar laut.

"Misalnya waktu pergi haji menggunakan kapal laut, bila di tengah perjalanan ada yang meninggal bisa ditenggelamkan ke laut dengan pemberat. Artinya itu benar-benar dalam kondisi sangat darurat, karena kapal tidak mungkin berlabuh dan tidak ada heli seperti sekarang ini, tetapi kasus Osama ini tidak demikian, karena masih bisa dikebumikan jenazahnya," imbuh Amidhan.

Pemerintah AS menenggelamkan jenazah Osama ke dasar laut 24 jam setelah pimpinan Al Qaeda itu tewas. AS beralasan hal tersebut untuk menghormati praktik dan tradisi Islam. Dalam ajaran Islam menyerukan jasad orang yang meninggal harus dikuburkan dalam waktu 24 jam. Demikian penuturan seorang pejabat AS seperti dikutip dari Time.com, Selasa (3/5/2011).

"Kami memastikan bahwa hal tersebut ditangani sesuai dengan praktik dan tradisi Islam. Ini adalah sesuatu yang sangat serius, dan karena itu, ini sedang ditangani dengan cara yang tepat," ujar pejabat itu.

Pejabat itu mengatakan bahwa mereka tidak menemukan negara yang mau menerima jasad teroris paling dicari itu. Sehingga dibuat keputusan untuk membenamkan jasad Osama ke dasar laut.

Selain itu, AS tidak ingin ada kuburan Osama, karena dikhawatirkan akan menjadi tempat ibadah bagi pengikut bin Laden. Rumor lain menyebutkan AS telah meminta Arab Saudi untuk mengambil jasad pria berjanggut lebat itu, tetapi negara tempat kelahiran Osama itu menolak. 

 

Komentar :

ada 2 comments ke “Kronologi Kematian Osama Bin Laden”
BeDa mengatakan...
pada tanggal 

Info yang paling banyak dicari dua hari ini

Salam ukhuwah

Poedjie Donk's mengatakan...
pada tanggal 

@BeDa


thx sob,, Salam Ukhuwah jg....!!

Posting Komentar

Makasii buat yang udah komen, jangan lupa follow blog gw jg yaah, gw pasti follow balik n komen blog kamu...